Terkepung Banjir, Semangat Belajar Tetap Diterapkan

- 20 Februari 2021, 15:23 WIB
Proses Belajar Jarak Jauh (Online) tetap Dilakukan Meski Banjir Mengepung Permukiman RW 04 Cipinang Melayu, Jakarta Timur /Juned Rodo/ Ragam Indonesia

RAGAM INDONESIA- Banjir yang menggenangi permukiman warga RW 04, Kelurahan Cipinang Melayu (Cimel), Kecamatan Makasar, Jakarta Timur pada Sabtu (20/2) menjadi bencana banjir yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.

Sebab, banjir yang saat ini merendam permukiman warga RW 04 Cimel itu terjadi ditengah pandemi Covid-19 dan adanya penerapan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) bagi anak sekolah.

Tidak hanya seperti anak-anak pada umumnya yang memanfaatkan banjir dengan bermain air, Salah seorang warga RT 03/RW 04 Cipinang Melayu bernama Ilah menuturkan meski banjir merendam rumahnya hingga Tinggi Muka Air (TMA) mencapai 1,5 Meter namun Ia tetap mengajari anaknya yang kini duduk di bangku Sekolah Dasar My Azziyadah Klender, Jakarta Timur.

Ilah, Warga RT03/RW 04 Kelurahan Cipinang Melayu, Kecamatan Makasar, Jakarta Timur yang Menjadi Korban Banjir Luapan Kali Sunter
Ilah, Warga RT03/RW 04 Kelurahan Cipinang Melayu, Kecamatan Makasar, Jakarta Timur yang Menjadi Korban Banjir Luapan Kali Sunter Ragam Indonesia
Baca Juga: Puluhan Ikan Paus Terdampar di Pantai Modung, Ini yang Dilakukan Gubernur Jawa Timur

"Iya lagi ngajarin anak belajar. Pelajaran Agama sama Bahasa Inggris. Karena masih sekolah online, jadi mau gak mau dalam situasi seperti ini harus tetap belajar," kata Ilah kepada Ragam Indonesia dengan melalui mesin pencarian pada telepon pintar (Gadget) yang dimilikinya.

Bahkan untuk mengantisipasi akan padamnya arus listri di permukiman itu, Ia pun mengajarkan anaknya melalui telpeon pintar dengan menghemat pemakaian Hp.

"Listrik kan mati (padam) ya mau gak mau kita ngajarinnya juga hemat-hemat batrai hp," ucapnya.

Baca Juga: Sempat Dilarikan Ke Rumah Sakit Saat Hamil Tua, Zaskia Sungkar Bikin Khawatir

Ketika dikonfirmasi alasan untuk tetap bertahan meski banjir mengepung permukiman itu, Ilah menyatakan bahwa alasannya Ia dan keluarganya tidak bergabung ke posko pengungsian korban banjir Cimel, karena Ia takut terjadi penyebaran dan penularan Covid-19.

Halaman:

Editor: Nandang Permana


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X