Syarat Ketat Penonton Kompetisi Gulat PON XX Papua di Merauke

- 7 Oktober 2021, 11:12 WIB
 Technical Delegate (TD) Yahya Madjid dan Ketua Binpres PP PGSI, Gusti Randa jelang pertandingan cabor gulat PON XX Papua di Merauke, Kamis 7 Oktober 2021.
Technical Delegate (TD) Yahya Madjid dan Ketua Binpres PP PGSI, Gusti Randa jelang pertandingan cabor gulat PON XX Papua di Merauke, Kamis 7 Oktober 2021. /Dok. PGSI DKI Jaya

RAGAM INDONESIA-Kompetisi di matras gulat mulai menjadi fokus perhatian, meningkahi persaingan ketat perebutan posisi puncak dalam klasemen pengumpulan medali PON XX, Papua.
Sebanyak 18 medali emas dari matras cabor Olimpiade ini menjadi incaran para pegulat nasional dari Kaltim, Jatim, Kalsel, Jabar, DKI Jaya dan kuda hitam Jateng.

Di sisi lain, semakin masifnya penularan COVID-19 di pentas PON XX ini membuat panpel cabor gulat di Merauke meningkatkan kewaspadaan.

Baca Juga: Partai Prima: Demo Money Heist DPR Bentuk Rakyat Cemas Berkuasanya Oligarki

Sebanyak 18 set medali dari matras gulat secara resmi mulai diperebutkan Jumat besok sore hingga 14 Oktober mendatang di GOR Head Sai, Merauke. Ke-18 medali emas diperebutkan oleh 106 pegulat dari 15 provinsi, termasuk tuan rumah Papua yang tentunya tak ingin kehilangan peluang menggapai medali emas.

Baca Juga: Bangga, Lifter Putra Remaja Indonesia Pecahkan Rekor Dunia

Dari 18 kelas di tiga kategori, akan terjadi duel di antara para pegulat nasional yang terakhir berlaga di Asian Games XVIII-2018, Jakarta.

Baca Juga: Museum Moskow Catat 3.925 Pengunjung Pameran Batik Indonesia

Pertemuan teknik dilakukan Kamis siang ini, sekaligus pengarahan untuk para pelatih oleh Technical Delegate (TD) Yahya Madjid dan Ketua Binpres PP PGSI, Gusti Randa yang mewakili Ketua Umum PP PGSI Trimedya Panjaitan. Ihwal perlunya penerapan protokol kesehatan (prokes) yang ketat untuk menghindari penularan COVID-19, di antara yang patut disampaikan.

Seperti dikemukakan Yahya Madjid sejak awal, gelaran kompetisi cabor gulat akan menerapkan prokes ketat. Seluruh pegulat, ofisial, dan perangkat pertandingan wajib menjalani tes usap antingen sebelum pertandingan. Demikian juga dengan jajaran pelaksana pertandingan.

Kebijakan untuk menghadirkan penonton, walau hanya mengisi sebagian dari kapasitas GOR Head Sai, memang sudah diputuskan. Namun, penonton yang akan diberi tanda masuk harian disyaratkan wajib sudah divaksin dan terhubung dengan aplikasi Pedulilindungi. Yahya Madjid terus melakukan koordinasi dengan penanggung jawab keamanan dan kesehatan klaster Merauke.

Halaman:

Editor: Victoria


Tags

Artikel Terkait

Terkini

X