Rahasia Eng Han Hingga Greysia/Apriyani Sukses Naik Podium Olimpiade Tokyo

- 3 Agustus 2021, 12:48 WIB
Pebulu tangkis ganda Putri Indonesia Greysia Pollii/Apriyani Rahayu melakukan selebrasi dengah pelatih mereka Eng Hian setelah mengalahkan lawannya ganda putri China Chen Qing Chen/Jia Yi Fan dalam final Olimpiade Tokyo 2020 di Musashino Forest Sport Plaza, Tokyo, Jepang, Senin, 2 Agustus 2021.
Pebulu tangkis ganda Putri Indonesia Greysia Pollii/Apriyani Rahayu melakukan selebrasi dengah pelatih mereka Eng Hian setelah mengalahkan lawannya ganda putri China Chen Qing Chen/Jia Yi Fan dalam final Olimpiade Tokyo 2020 di Musashino Forest Sport Plaza, Tokyo, Jepang, Senin, 2 Agustus 2021. /ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/hp

RAGAM INDONESIA-Keberhasilan pasangan Greysia Polii dan Apriyani Rahayu menyabet medali emas di Olimpiade Tokyo 2020 turut melambungkan nama sang pelatih, Eng Hian.

Hari Selasa 3 Agustus 2021 ini, nama Eng Hian bahkan menjadi perbincangan hangat di lini masa Twitter.

Siapa sosok pelatih legendaris di bulu tangkis Indonesia ini? Eng Hian yang kini berusia 44 tahun pernah mempersembahkan medali perunggu bagi Tanah Air pada Olimpiade Athena 2004 yang lalu.

Ia adalah seorang pemain ganda putra, yang pernah berpasangan dengan Rian Sukmawan pada Dutch Open 2006 silam, dan berhasil keluar sebagai juara.

Sudah beberapa kali Eng Hian mengantarkan Greysia dan Apriyani berdiri di podium tertinggi dalam sejumlah kejuaraan. Sebut saja di Frensh Open 2017, India Open 2018, SEA Games 2019 (medali emas), dan Thailand Open 2021 (juara).

Lahir di Surakarta, Eng Hian pada bulan Maret 2014 silam ditunjuk sebagai pelatih sektor ganda putri di Pelatnas Cipayung.

Pria yang akrab disapa Koh Didi itu pernah mengungkapkan beberapa kendala yang masih ditemuinya saat menangani Apriyani Rahayu dkk. Salah satu kendala yang paling dia soroti adalah pola pikir.

Menurut dia, pola pikir atlet putri dan putra cukup berbeda. Eng Hian pun terus berupaya memperbaiki pola pikir anak asuhnya. "Saya selalu ngomong kamu mau juara, ubah pola pikir jangan mengejar rangking, tapi mengejar performance," katanya dalam wawancara di sebuah kanal Youtube yang berisi konten tentang olahraga.

"Kalau kamu mengejar rangking, kamu yang ada menghitung berapa turnamen yang saya ikuti, capek, stres, lebih baik kamu mengejar performance," lanjutnya.

Halaman:

Editor: Victoria


Tags

Artikel Terkait

Terkini

X