Olimpiade Jepang, Windy Raih Medali, Erick Thohir: Pasang Bendera Merah Putih bukan Bendera Putih!

- 24 Juli 2021, 18:36 WIB
Windy Cantika Aisah atlet angkat besi Indonesia, berhasil raih mendali perunggu di Olimpiade Tokyo 2020
Windy Cantika Aisah atlet angkat besi Indonesia, berhasil raih mendali perunggu di Olimpiade Tokyo 2020 /Twitter @Olimpics
RAGAM INDONESIA-Anggota Komite Olimpiade Internasional (IOC)yang juga Menteri BUMN, Erick Thohir menginginkan rakyat Indonesia terus menyemangati perjuangan para duta olahraga nasional yang tengah berlaga di Olimpiade Tokyo 2020.
 
Indonesia mengirimkan 28 atlet ke Olimpiade 2020 yang berlangsung pada 23 Juli-8 Agustus 2021.
 
"Selain mendoakan dan memberikan dukungan moral agar tradisi medali Olimpiade tetap tertahan, saya meminta agar rakyat Indonesia juga harus memasang bendera Merah Putih. Simbol bendera kebanggaan nasional itu penting dalam konteks terkini, yakni saat kita menghadapai pandemi. Kita harus berjuang bersama," ujar Erick di Jakarta, Sabtu, 23 Juli 2021.
 
 
"Jangan bendera putih yang berarti menyerah dan membuat kita terpecah belah dan saling salah menyalahkan. Kita harus bersatu, bergotong royong sehingga Merah Putih terus berkibar," sambung Erick.
 
Seperti diketahui, sebanyak 28 atlet tersebut akan berlaga di delapan cabang olahraga yaitu bulu tangkis, atletik, panahan, menembak, dayung, selancar, angkat besi,  dan renang.
 
Peluang untuk meraih medali, termasuk medali emas terdapat di cabang bulutangkis dan angkat besi. Cabang angkat besi akan memulai pertandingan pada Sabtu, 23 Juli 2021 di Tokyo International Forum, Jepang. 
 
 
Indonesia melalui lifter putri, Windya Cantika Aisah di kelas 49 kg. berhasil meraih medali perunggu, yang menjadi medali pertama di Olimpiade kali ini.
 
Meskipun di kelas tersebut terdapat para lifter tangguh seperti Hou Zhihui dari China, Saikhom Mirabai Chanu (India), dan Jourdan Delacruz (AS), Windy tetap mampu kibarkan Merah Putih.
 
"Tradisi medali Olimpoiade di cabang angkat besi tak pernah putus sejak Olimpiade Sydney 2000. Hal itu tercapai melalui pembinaan dan regenerasi yang terjaga. Mari kita doakan tradisi ini tetap bertahan di Olimpiade Tokyo karena Indonesia memiliki kualitas lifter-lifter yang mendunia," kata Erick. 
 
 
Erick menambahkan bahwa dirinya memahami persiapan atlet Indonesia menuju Olimpiade Tokyo lebih berat, termasuk bertanding di tengah situasi pandemi. 
 
Namun, mantan Ketua KOI, 2015-2019 itu berharap para atlet nasional tetap fokus, jaga kesehatan, dan mampu menunjukkan bahwa Indonesia merupakan negara yang punya prestasi tinggi di pentas olahraga dunia.***

Editor: Ninding Permana


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X