Smelter Gresik Harus Akomodir 20 Ribu Orang Asli Papua

- 16 Oktober 2021, 15:23 WIB
Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional Pemuda Adat Papua Jan Cristian Arebo, SH.
Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional Pemuda Adat Papua Jan Cristian Arebo, SH. /Dok pribadi Jan Cristian Arebo


RAGAM INDONESIA-Pembangunan smelter PT Freeport Indonesia di Kawasan Ekonomi Khusus KEK) Gresik, Provinsi Jawa Timur, akhirnya dimulai.

Hal ini ditandai peletakan batu pertama (groundbreaking) oleh Presiden Joko Widodo pada Selasa lalu.

Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional Pemuda Adat Papua Jan Cristian Arebo mendukung pembangunan smelter Freeport di Gresik. Dengan peletakan batu pertama itu, menurut Jan, tidak usah diperdebatkan lagi karena tentunya pemerintah sudah mempertimbangkan segala aspeknya.

Namun di sisi lain, ia meminta pemerintah bijaksana dan adil kepada masyarakat Papua mengingat PTFI beroperasi di Bumi Cendrawasih.

Presiden Joko Widodo dan  Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional Pemuda Adat Papua Jan Cristian Arebo, SH.
Presiden Joko Widodo dan Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional Pemuda Adat Papua Jan Cristian Arebo, SH. Dok. pribadi Jan Cristian Arebo

"Pembangunan smelter tersebut harus ada dampak positif yang didapatkan oleh Orang Asli Papua, walaupun pembangunannya dilakukan di Gresik Jawa timur," kata Jan Cristian.

Merujuk penjelasan Jokowi, smelter berkapasitas 1,7 juta ton konsentrat tembaga per tahun itu jika sudah beroperasi diklaim mampu menyerap 40.000 tenaga kerja dari wilayah Jawa Timur.

"Harus ada keadilan di mana perekrutan tenaga kerja tersebut agar dapat mengakomodir 20 ribu tenaga kerja Orang Asli Papua untuk bekerja di dalamnya," ujar Jan.

Jan yakin tidak mungkin ada niatan buruk pemerintah pusat untuk menyengsarakan orang Papua dengan keputusan membangun smelter Freeport di Gresik.***

Editor: Victoria


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X