Bupati Bangkalan: Syaikhona Kholil Layak Dapat Gelar Pahlawan Nasional

- 15 Oktober 2021, 11:42 WIB
Bupati Bangkalan RA Latif Amin Imron saat menghadiri seminar nasional pengusulan Syaikhona Kholil Bangkalan di Gedung Nusantara V MPR RI, Jakarta.
Bupati Bangkalan RA Latif Amin Imron saat menghadiri seminar nasional pengusulan Syaikhona Kholil Bangkalan di Gedung Nusantara V MPR RI, Jakarta. /Dok pribadi

RAGAM INDONESIA-Bupati Bangkalan RA Latif Amin Imron mendukung usulan pemberian gelar pahlawan nasional kepada Syaikhona Kholil.

"Dukungan ini bukan semata-mata karena saya sebagai bagian dari dzurriyah beliau, melainkan juga didasarkan atas sejumlah pertimbangan," kata Ra Laif saat menghadiri seminar nasional pengusulan Syaikhona Kholil Bangkalan di Gedung Nusantara V MPR RI, Jakarta, baru-baru ini.

Baca Juga: BPS: Aktivitas dan Mobilitas Penduduk Sudah Pulih

Ra Latif menjelaskan, Syaikhona Muhammad Kholil merupakan ulama besar (waliyullah) yang telah berhasil membimbing para santrinya serta masyarakat umum untuk cinta tanah air dengan semangat keimanan yang kuat.

Baca Juga: Dosen Hukum: Terlalu Jauh Brigjen Junior Dijerat Pasal Pidana Militer

"Dari bimbingan dan binaan Syaikhona Kholil, telah lahir tokoh-tokoh dan ulama-ulama besar yang tidak hanya sekedar mengajari pelajaran agama, tetapi juga mengajari dan menjadi pelopor perjuangan kemerdekaan NKRI dari tangan penjajah," ucap Ra Latif.

Bahkan, lanjut Ra Latif, beberapa di antaranya sudah dikokohkan sebagai pahlawan nasional, yaitu (alm.) KH. Hasyim Asyari, KH. Wahab Hasbullah, dan KH. As'ad Syamsul Arifin.

Lebih lanjut Ra Latif menyampaikan, dalam sejarah berdirinya ormas Islam Nahdhatul Ulama (NU), Syaikhona Muhammad Kholil menjadi penentu kelahiran Jamiyah NU, yang kiprahnya tdk perlu diragukan lagi bagi bangsa dan negara.

Baik sebelum kemerdekaan, pada saat perjuangan merebut kemerdekaan dari tangan penjajah, orde lama, orde baru, sampai masa reformasi saat ini, kiprah NU yang dijiwai spiritualitas Syaikhona Muhammad Kholil tidak perlu diragukan lagi kontribusinya untuk bangsa dan negara.

Pemerintah Hindia-Belanda pun mengakui bahwa perlawanan-perlawanan yang muncul di se-antero Jawa dan nusantara di antaranya berasal dari kaum santri, di mana sebagian diinisiasi oleh santri Syaikhona Muhammad Kholil.

Halaman:

Editor: Victoria


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X