Dosen Hukum: Terlalu Jauh Brigjen Junior Dijerat Pasal Pidana Militer

- 13 Oktober 2021, 10:31 WIB
Brigjen TNI Junior Tumilaar.
Brigjen TNI Junior Tumilaar. /YouTube Mata Najwa


RAGAM INDONESIA-Brigjen TNI Junior Tumilaar tak semestinya dikenakan pasal 103 ayat (1) KUPM dalam tindak pidana militer. Perbuatan Junior justru lebih pada pelanggaran disiplin militer.

Demikian pendapat dosen Hukum Pidana Universitas Trisakti, Azmi Syahputra.

Brigjen TNI Junior Tumilaar telah dicopot dari jabatannya sebagai Inspektur Kodam XIII Merdeka. Junior kini ditempatkan sebagai staf khusus KSAD.

Baca Juga: 5 Penemuan Semasa Nazi Jerman Berkuasa, Masih Dipakai Hingga Kini

Baca Juga: Pentasbihan Imam Baru di Sugapa, Uskup Timika: Saya Tidak Takut Panah dan Senjata

Baca Juga: Tahbisan 3 Imam Baru di Intan Jaya, Uskup Bandung Diarak Ribuan Orang

"Terlalu jauh jika Brigjen Junior Tumilaar dikenakan pasal dalam tindak pidana militer, dengan kualifikasi kejahatan pembangkangan atau tidak tunduk perintah atasan," ujar Azmi kepada RagamIndonesia.com, Rabu, 13 Oktober 2021.

Menurut Azmi, karakteristik perbuatan Junior cenderung masuk kategori pelanggaran disiplin atau kode etik prajurit. "Jadi bukan tindak pidana militer, karena unsur melawan hukum sebagaimana maksud pasal 103 jo 203 KUHPM belum terpenuhi," terangnya.

Azmi merujuk Surat Telegram (ST) Panglima TNI maupun ST Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Nomor ST/428/2020 tanggal 18 Agustus 2020 tentang tata cara penggunaan medsos. Termasuk dalam hal ini ada tanggung jawab Junior sebagai perwira tinggi membangun sinergis dengan Polri.

Artinya, yang jadi titik fokus adalah perbuatan Junior membuat surat terbuka di media sosial.

Halaman:

Editor: Victoria


Tags

Artikel Terkait

Terkini

X