Kejati Kalsel: KPK Salah Sebut Nama yang di OTT, Itu Bukan Jaksa

- 2 Oktober 2021, 11:04 WIB
Konferensi pers pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)
Konferensi pers pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) /Dok Ragam Indonesia

Selain itu juga ada Kati selaku Kontraktor di Dinas Bencana Alam, kemudian dua kontraktor bernama Upik dan Zakir, Syahrul selaku Kasie Ekonomi dan Moneter, serta Erik dari PT Dindo Borneo Bratama.

Selanjutnya, Rakhmadi Effendie dari PT Seroja Indonesia Wiraswasta dan terakhir adalah Hairiyah selaku Kasi Pembangunan dan Peningkatan Pengairan pada Dinas PUPRP HSU.

Pemeriksaan dilakukan di ruangan bagian belakang gedung BPKP Kalimantan Selatan di Kota Banjar Baru. Tim KPK meninggalkan Kalsel pada Jumat 24 September 2021.

Ali Fikri juga menyampaikan bahwa KPK menjawalkan pemeriksaan terhadap Bupati Hulu Sungai Utara (HSU) Abdul Wahid. Dia diperiksa dalam kapasitasnya sebagai saksi untuk tersangka Marhaini (MRH), Direktur CV Hanamas.

"Pemanggilan dan pemeriksaan saksi bertempat di BPKP Provinsi Kalsel,” tutur Ali dalam keterangannya, Jumat pekan lalu.

Selain Abdul Wahid, ada 10 saksi lainnya yang juga diperiksa kala itu. Mereka adalah Staf Bidang Rehabilitasi/Pemeliharaan Pengairan PUPRP Kabupaten Hulu Sungai Utara, Novi Yanti, Marhaidi selaku kontraktor/Wakil Direktur CV Hanamas, dan Sapuani alias Haji Ulup selaku pemilik CV Lovita.

Kemudian, Kamariah dari CV Agung Perkasa, Halim dari CV Alabio, Iping selaku mantan ajudan Bupati, Hadi selaku kontraktor, Syaifullah selaku Kabag Pembangunan tahun 2019, Asoi selaku wiraswasta dari PT Karya Anisa Gemilang, dan Wahyu Tunjung selaku wiraswasta dari PT Haidasari.

Terkait kasus ini, KPK telah menggeledah lima lokasi secara beruntun sejak Senin, 20 September 2021 hingga Selasa, 21 September 2021.

Hari pertama, tiga lokasi yang digeledah tim penyidik KPK yaitu kediaman tersangka Marhaini di Jalan Abdul Hamidan, Kelurahan Antasari, Kecamatan Amuntai Tengah Hulu Sungai Utara; rumah tersangka Fachriadi di Jalan Khuripan Kecamatan Amuntai Tengah Hulu Sungai Utara, serta kantor Dinas PUPRP Kabupaten Hulu Sungai Utara.

Dilanjutkan hari kedua penggeledahan di kantor Bupati HSU Abdul Wahid dan kediaman pihak terkait yang beralamat di Desa Kota Raja Kecamatan Amuntai Selatan Kabupaten Hulu Sungai Utara.

Halaman:

Editor: Victoria


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X