Kejati Kalsel: KPK Salah Sebut Nama yang di OTT, Itu Bukan Jaksa

- 2 Oktober 2021, 11:04 WIB
Konferensi pers pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)
Konferensi pers pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) /Dok Ragam Indonesia

Baca Juga: Jin BTS Sumbangkan Suara untuk Lagu Utama Drama Jirisan

Termasuk soal kabar Sahrul Arif Hakim pernah dihubungi atau mendapat panggilan dari penyidik KPK, Romadu juga memastikan hal itu tidak pernah ada.

"Tidak pernah ada, tidak dipanggil, tidak dimintai keterangan, dan tidak diperiksa. Sebab, memang tak ada hubungan dengan kasus yang sedang ditangani KPK itu. Ini hanya salah penyebutan nama saja. Jadi Syahrul yang dimaksud KPK itu, bukan jaksa ya," Romadu kembali menekankan.

Karena itu, dia berharap KPK bisa memberikan informasi akurat terkait nama orang ataupun pihak-pihak yang diumumkan oleh lembaga antirasuah tersebut.

"Sebaiknya informasi ini segera diluruskan,” tandas Romadu Novelino Simanjuntak.

Jaksa Sahrul Arif Hakim saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp pada Jumat malam 1 Oktober 2021, langsung membantah kabar dirinya terjaring OTT.

"Tanggal 23 September 2021, saya berada di kantor Kejati Kalsel. Dan berdasarkan informasi yang saya terima, pada tanggal 23 September 2021 yang dipanggil adalah Kasie Ekonomi dan Moneter Bagian Pembangunan HSU," jawab Sahrul.

Namun ketika disinggung soal adanya panggilan dari KPK, Sahrul tidak menanggapi lebih lanjut.

Sebelumnya kepada wartawan, Kepala BPKP Kalsel, Rudy M Harahap mengatakan, ada 10 orang yang dimintai keterangan pada Kamis pekan lalu sesuai dengan keterangan dari juru bicara KPK, Ali Fikri.

Berdasarkan keterangan pers Jubir KPK itu, ke-10 orang yang diperiksa adalah Muhammad Taufik selaku Sekda Kabupaten HSU, Rakhmani Nor selaku Kabid Bina Marga, Abraham Radi selaku Kabid Cipta Karya.

Halaman:

Editor: Victoria


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X