Kubah Lava Gunung Merapi Sisi Barat Daya Bertambah Tinggi

- 2 Oktober 2021, 01:15 WIB
Gunung Merapi mengeluarkan guguran lava pijar terlihat dari Srumbung, Magelang, Jawa Tengah, Kamis 6 Mei 2021.
Gunung Merapi mengeluarkan guguran lava pijar terlihat dari Srumbung, Magelang, Jawa Tengah, Kamis 6 Mei 2021. /Andreas Fitri Atmoko/wsj./ANTARA FOTO

RAGAM INDONESIA-Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) mencatat tinggi kubah lava di sebelah barat daya Gunung Merapi bertambah 1 meter.

Penambahan ini teramati berdasarkan hasil analisis morfologi dari Stasiun Kamera Deles 5, Tunggularum, Ngepos, dan Babadan 2 pada periode 24—30 September 2021.

"Dari hasil analisis itu, BPPTKG mencatat volume kubah lava barat daya sebesar 1.630.000 meter kubik dan kubah tengah sebesar 2.854.000 meter kubik," kata Kepala BPPTKG Hanik Humaida melalui keterangan tertulis, Jumat 1 Oktober 2021.

Baca Juga: Pakar Hukum: Pimpinan KPK Tak Gubris Arahan Jokowi Soal Hasil TWK

Sepanjang pengamatan selama sepekan, kata dia, Merapi 67 meluncurkan guguran lava ke arah barat daya dengan jarak luncur maksimal 1.800 meter. Dalam rentang waktu itu Gunung Merapi tercatat mengalami 244 kali gempa low frekuensi (LF), 1.268 kali gempa fase banyak (MP), 1.200 kali gempa guguran (RF), 338 kali gempa hembusan (DG), dan enam kali gempa tektonik (TT).

Baca Juga: Terlambat Gabung, Shin Tae-Yong Coret Satu Pemain dari TC Timnas Senior

"Intensitas kegempaan pada minggu ini masih cukup tinggi," katanya.

Baca Juga: Bamsoet: Sabam Sirait Tokoh Senior dan Guru Politik Bagi Bangsa Indonesia

BPPTKG hingga saat ini mempertahankan status aktivitas vulkanis Gunung Merapi pada Level III atau Siaga.

Warga diminta waspadai potensi dampak guguran lava dan awan panas Gunung Merapi di sektor selatan-barat daya yang meliputi Sungai Kuning, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, dan Putih.

Halaman:

Editor: Victoria


Tags

Artikel Terkait

Terkini

X