Data Di Lapangan, Klaster Covid-19 Muncul Pasca PTM diberlakukan, Pemerintah?

- 29 September 2021, 10:00 WIB
Kota Bandung akan menggelar  Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT) pada 19 Juli 2021 mendatang
Kota Bandung akan menggelar Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT) pada 19 Juli 2021 mendatang /Nandang Permana/Humas Balai Kota Bandung

RAGAM INDOENSIA-Pemerintah segera melakukan  langkah antisipasi terkait meningkatnya kasus Covid-19 pada anak pasca diterapkannya pembelajaran tatap muka  (PTM) terbatas.

“Berdasarkan data di lapangan,  mulai terjadi kasus hingga klaster Covid-19 di beberapa sekolah setelah penerapan PTM terbatas. Pemerintah harus segera lakukan langkah antisipasi agar  kasus Covid-19 pada anak  tidak  terus meningkat,” kata Anggota Komisi IX DPR RI Netty Prasetiyani Aher kepada ragamindonesia.com, Rabu, 29 September 2021.

Sebelumnya, kata Netty, sejumlah pihak seperti organisasi guru yang tergabung dalam Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G) telah meminta pemerintah untuk menunda PTM.

Baca Juga: Muncul Klaster Sekolah Saat PTM, Dunia Pendidikan Jangan Selalu Disalahkan

“Pemerintah seharusnya mempertimbangkan  masukan dari organisasi pendidik sebelum memutuskan penerapan  PTM. Jangan menutup mata dan telinga dari pertimbangan mereka yang  memahami betul kondisi lapangan," ujar Netty.

Apalagi, berdasarkan data 23 September 2021, vaksinasi anak usia 12-17 tahun dari target 26 juta, baru 12,79 persen dosis 1 dan 8,84 persen dosis 2.

"Realisasi vaksinasi bagi anak 12 hingga 17 tahun masih rendah. Artinya, masih banyak anak yang datang ke sekolah dalam kondisi belum divaksin,” tambahnya.

Baca Juga: Kementerian Mas Menteri Nadiem Tepis PTM Dipaksakan

Selain itu, lanjut Netty,  masih banyak sekolah yang belum memenuhi standar kesiapan belajar.

Halaman:

Editor: Ninding Permana


Tags

Artikel Terkait

Terkini

X