PPKM Darurat: Jika Tanggal 26 Juli Mendatang, Tren Kasus Menurun, Aktivitas akan Dilonggarkan

- 20 Juli 2021, 20:47 WIB
Ilustrasi penerapan PPKM Darurat.
Ilustrasi penerapan PPKM Darurat. /ANTARA/Raisan Al Farisi

RAGAM INDONESIA-Presiden Joko Widodo mengungkapkan, pemerintah selalu memantau, memahami dinamika di lapangan, dan mendengar suara-suara masyarakat terdampak PPKM.

“Karena itu, jika tren kasus terus mengalami penurunan, maka tanggal 26 Juli 2021, pemerintah akan melakukan pembukaan bertahap,” ujarnya melalui akun Youtube Biro Pers, Media dan Informasi Sekretariat Presiden, Selasa malam, 20 Juli 2021.

Pembukaan bertahap yang dimaksud, lanjut Jokowi, yaitu, pasar tradisional yang menjual kebutuhan pokok sehari-hari, diizinkan dibuka sampai pukul 20.00 dengan kapasitas pengunjung 50 persen.

Baca Juga: Pemerintah Resmi Perpanjang PPKM Darurat

“Selain yang menjual kebutuhan pokok sehari-hari, diizinkan dibuka sampai dengan pukul 15.00 dengan kapasitas maksimal 50 persen, dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat yang pengaturannya ditetapkan oleh Pemerintah Daerah,” tambahnya.

Tak hanya itu, Jokowi menjelaskan, untuk pedagang kaki lima, toko kelontong, agen/outlet voucher, pangkas rambut, laundry, pedagang asongan, bengkel kecil, cucian kendaraan, dan usaha kecil lain yang sejenis, diijinkan buka dengan protokol kesehatan ketat sampai dengan pukul 21.00 yang pengaturan teknisnya diatur oleh Pemerintah Daerah.

“Warung makan, pedagang kaki lima, lapak jajanan dan sejenisnya yang memiliki tempat usaha di ruang terbuka diijinkan buka dengan protokol kesehatan ketat sampai dengan pukul 21.00 dan maksimum waktu makan untuk setiap pengunjung 30 menit,” terangnya.

Baca Juga: DPR: PPKM Darurat Dihentikan, Kematian Berpotensi Tembus 5.000 Orang per Hari

“Sedangkan kegiatan yang lain pada sektor esensial dan kritikal, baik di pemerintahan maupun swasta, serta terkait dengan protokol perjalanan, Jokowi mwngaku akan dijelaskan terpisah,” tegasnya.

Halaman:

Editor: Ninding Permana


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X