Sejarah Singkat Bogor: Kota Hujan dan Kota Tanpa Rasa Risau

- 10 September 2021, 18:02 WIB
Kondisi terorongan kuno yang ditemukan di Kota Bogor
Kondisi terorongan kuno yang ditemukan di Kota Bogor /Diana Syafitri/Dok. Instagram Bima Arya/@bimaaryasugiarto

RAGAM INDONESIA – Bogor yang sekarang dikenal dengan kota hujan, bahkan sampai ada yang menyebutnya dengan kota seribu angkot.

Tak salah jika di kota ini, wisatawan selain disuguhkan dengan suasana yang adem karena hujan terus, juga banyak disuguhkan beragam angkot yang menghiasi jalanan.

Kota yang masuk dalam Provinsi Jawa Barat ini, berlokasi tidak jauh dari Ibu Kota Jakarta yang berjarak hanya sekitar 60 kilometer sebelah selatan batavia. Sehingga menjadi salah satu tujuan wisata di akhir pekan.

Baca Juga: Kuliner Legendaris Bogor: Cungkring Pak Jumat

Penggunaan nama Bogor ada dua jenis, yakni Kota Bogor dan Kabupaten Bogor, yang sama-sama masih berada di dalam Jawa Barat. Namun, nama Bogor sendiri memiliki sejarah yang menarik di dalamnya.

Pasalnya, menurut beberapa pendapat mengatakan bahwa kata Bogor berasal dari kata “Buitenzorg” yaitu nama resmi dari Penjajah Belanda atau Kota Tanpa Rasa Risau atau bebas masalah. Lalu, pendapat lain mengatakan bahwa kata “Bahai” berarti Sapi, yang kebetulan ada patung sapi di Kebun Raya Bogor.

Sedangkan pendapat ketiga menyebutkan Bogor berasal dari kata “Bokor” yang berarti tunggul pohon enau (kawung).

Baca Juga: Bakso Legendaris di Bogor yang Wajib Dicoba Sobat Kuliner

Versi lain menyebutkannya nama Bogor telah ada dalam sebuah dokumen tanggal 7 April 1952, tertulis “Hoofd Van de Negorij Bogor” yang berarti kurang lebih Kepala Kampung Bogor, yang menurut informasi kemudian bahwa Kampung Bogor itu terletak di dalam lokasi Kebun Raya Bogor yang mulai dibangun pada tahun 1817.

Halaman:

Editor: Ninding Permana


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X