DREAMSEA, PANDI, dan Manassa Bersinergi Digitalkan Naskah Kuno

- 9 Maret 2021, 09:02 WIB
Diskusi daring terkait digitalisasi naskah kuno
Diskusi daring terkait digitalisasi naskah kuno /Toria/ragamindonesia.com
RAGAM INDONESIA- Indonesia memiliki kekayaan manuskrip yang sangat beragam, mulai dari aksara, bahasa, bahan, hingga tradisinya.
 
Upaya pelestarian berupa preservasi dan konservasi sedang giat dilakukan oleh berbagai lembaga maupun perorangan. 

Digitalisasi merupakan salah satu upaya preservasi dengan mengalihmediakan manuskrip ke dalam format digital untuk kemudian disajikan secara daring yang bisa diakses terbuka.   

Baca Juga: Di Masa Pandemi, UMKM Butuh Perhatian Besar

Salah satu kegiatan digitalisasi yang tengah dilakukan yaitu melalui program Digital Repository of Endangered and Affected Manuscripts in Southeast Asia (DREAMSEA). 

Program ini bertujuan untuk mendigitalisasi naskah kuno di Asia Tenggara, khususnya terhadap manuskrip-manuskrip yang disimpan oleh masyarakat Indonesia.

Kegiatan ini dilaksanakan oleh Pusat Pengkajian Islam dan Masyarakat (PPIM) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dan Centre for the Study of Manuscript Cultures (CSMC) University of Hamburg atas dukungan lembaga filantropis Arcadia Fund. 

Baca Juga: Perkuat Jurnalisme, PRMN Susun Modul UKW

Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (PANDI) siap berkolaborasi dengan Digital Repository of Endangered and Affected Manuscripts in South Asia (DEAMSEA) serta Masyarakat Pernaskahan Nusantara (Manassa) dalam melestarikan naskah-naskah kuno Nusantara melalui digitalisasi.

"PANDI siap bersinergi untuk kemudian bekerja sama dengan Manassa dan DREAMSEA untuk membahas upaya digitalisasi naskah, aksara Nusantara, serta peluang pemanfaatannya untuk mendukung kajian filologi di Indonesia," kata Ketua PANDI, Yudho Giri Sucahyo dalam keterangan persnya, Senin, Maret 2021.

Sinergi tersebut dituangkan dalam acara Webinar Series on Indonesian Digitised Manuscripts ke-4 dengan tema: "Manuskrip dan Digitalisasi Aksara Nusantara".

Baca Juga: PANDI Diundang UNESCO, Promosikan Digitalisasi Aksara Nusantara di Forum Dunia

Halaman:

Editor: Ninding Permana


Tags

Artikel Terkait

Terkini

X