PANDI Diundang UNESCO, Promosikan Digitalisasi Aksara Nusantara di Forum Dunia

- 8 Maret 2021, 11:49 WIB
Undangan Unesco untuk Pandi
Undangan Unesco untuk Pandi /Toria/ragamindonesia.com
RAGAM INDONESIA- Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (PANDI) memperoleh undangan dari organisasi tingkat dunia yang membidangi sektor pendidikan, keilmuan, dan kebudayaan, UNESCO .
 
PANDI diminta memaparkan konsep program Merajut Indonesia Melalui Digitalisasi Aksara Nusantara (Mimdan) di kota Paris, Prancis pada pertengahan bulan November tahun ini. 
 
Undangan tersebut diterima PANDI tertanggal 3 Maret 2021. 
 
Diketahui UNESCO akan mengadakan konferensi umum yang diikuti oleh berbagai negara. Forum tersebut berisikan laporan tentang implementasi atau pencapaian masing-masing negara anggota terkait rekomendasi bidang pendidikan dan budaya, salah satunya menyangkut bahasa daerah. 
 
Menurut Advisor for Communication and Information UNESCO,  Dr. Ming-Kuok Lim, 
agenda tersebut sangat relevan dengan PANDI, yang sedang menggaungkan program Mimdan. Program yang didukung penuh oleh UNESCO ini disebut bisa diperkenalkan lebih luas ke dunia internasional. 
 
"UNESCO membantu memberikan informasi, berdiskusi dengan PANDI mengenai bahasa asli Indonesia (aksara nusantara) dan menanyakan bagaimana kita bisa report (melaporkan, -red) ini di Konferensi Umum. UNESCO akan mencari cara dan informasi agar PANDI bisa memberikan laporannya secara langsung," ujar Ming dalam diskusi dengan PANDI secara daring, dikutip ragamindonesia.com.
 
 
Konferensi Umum UNESCO mengakui pentingnya mempromosikan multibahasa, akses informasi dan pengetahuan secara merata, terutama di ranah publik. Menurut Ming, UNESCO juga akan berperan utama dalam mendorong akses informasi untuk multibahasa dan keragaman budaya di jaringan informasi global.
 
UNESCO akan mengajak negara-negara anggotanya untuk mendukung mereka dalam pengembangan informasi multikultural. 
 
Ming mengemukakan ada usulan untuk langkah-langkah yang mendorong akses universal dan layanan digital, serta memfasilitasi pelestarian keragaman budaya dan bahasa. 
 
 
"UNESCO telah mengirimkan surat kepada PANDI untuk melakukan komunikasi dengan Kominfo mengenai rekomendasi tersebut," tambahnya. 
 
Perihal hal ini, Ming menyarankan PANDI segera berkoordinasi dengan Kementerian Komunikasi Informasi Kemenkominfo (Kenkominfo) dan Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI.
 
"Saya ingin mengonfirmasi apakah PANDI sudah berhubungan dengan Kominfo dan Kemlu? Karena saya yakin lembaga ini sudah mengumpulkan informasi yang relevan dengan tuntutan UNESCO. Saya bisa menghubungkannya ke Komisi UNESCO. Komisi UNESCO ada di setiap negara, mereka biasanya ada di bawah kementerian. Apabila di Indonesia mereka ada di bawah Kemendikbud," papar Ming. 
 
 
Dalam konferensi umum menjelang akhir tahun ini tentunya ada pelaporan rutin dari masing-masing-masing negara anggota terkait proses implementasi atau pencapaian rekomendasi UNESCO
 
"Meskipun birokrasi di setiap negara sedikit berbeda, mungkin PANDI dapat berkomunikasi dengan Kominfo mengenai proses yang dilakukan PANDI dalam mempromosikan dan digitalisasi bahasa asli Indonesia (aksara nusantara) yang harus dilaporkan kembali ke konferensi umum," jelasnya. 
 
Ming berpendapat program Mindan PANDI ini sangat relevan dibawa ke konferensi umum mengingat agenda Dekade Bahasa Pribumi Sedunia yang dimulai tahun depan hingga 2032 (10 tahun) untuk merevitalisaai hak-hal masyarakat adat, budaya, terutama bahasa agar tidak punah. 
 
 
Secara terpisah, Alicia Nabilla, staf yang dipercayakan menjadi koordinator penghubung antara PANDI dan UNESCO, menyampaikan bahwa koordinasi dengan Menkominfo Johnny G. Palte sudah mulai  atas arahan Dirjen Aplikasi Telematika Kemenkominfo, Semmy A. Pangerapan.
 
 "Tinggal mengatur agenda pembahasan teknis, sebelum kemudian nanti berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri," imbuh Alicia.***
 
(Rep: Toria)

Editor: Ninding Permana


Tags

Artikel Terkait

Terkini

X